Bintang Maldini - 231011700103 - 06SIFP002 - UAS - Keamanan Sistem Infromasi

Nama: Bintang Maldini

NIM: 231011700103

Kelas:06SIFP002

Mata Kuliah: Keamanan Sistem Informasi


1. Cek Folder Aplikasi Web: Buka File Explorer dan pastikan folder aplikasi web kita yang bernama jasa sudah ada di dalam direktori server lokal (C:\AppServ\www\jasa).

 

2. Buka Setelan VM: Pertama, buka Oracle VirtualBox, pilih VM Server2003 yang mau kita utak-atik, klik kanan lalu masuk ke menu Settings.

 

3. Masuk ke Menu Storage: Di jendela settings, klik bagian Storage untuk melihat list penyimpanan atau disk yang lagi kepasang di VM tersebut.


4. Tambah Disk Baru: Klik ikon plus (+) kecil di bagian Controller: IDE untuk mulai menambahkan hard disk virtual baru.


5. Masuk ke Selector Disk: Begitu jendela Medium Selector terbuka, klik tombol Create untuk bikin file disk kosongan yang baru.


6. Set Ukuran Disk: Pilih format VDI (VirtualBox Disk Image), lalu atur kapasitas sizenya (di sini terlihat masih 20 GB).

 

7. Kasih Nama File VDI: Beri nama file disk barunya Server2003_3 dan arahkan penyimpanannya ke folder direktori VM kamu.


8. Selesaikan Bikin Disk: Atur ukuran final disknya (15.31 GB), lalu tinggal klik Finish.

 

9. Pilih Disk yang Baru Dibuat: Sekarang file Server2003_3.vdi sudah muncul di list, tinggal klik tombol Choose untuk memasangnya ke VM.


10. Simpan Konfigurasi: Pastikan disk baru tersebut sudah nangkring di bawah Controller: IDE, lalu klik OK untuk menyimpan setelan.

 

11. Nyalin Server: Klik tombol start untuk menyalakan mesin virtual Server2003 (tunggu sampai proses Powering VM up selesai).

 

12. Masuk ke Computer Management: Setelah Windows Server 2003 masuk ke desktop, klik kanan ikon My Computer lalu pilih Manage.


13. Buka Menu Disk Management: Di dalam jendela manajemen komputer, klik menu Disk Management yang ada di bawah folder Storage.



14. Disambut Wizard Inisialisasi: Karena sistem membaca ada disk baru yang masih "mentah", Windows otomatis memunculkan Initialize and Convert Disk Wizard. Klik Next saja.


15. Pilih Disk 2: Centang pada Disk 2 (ini adalah disk baru kita tadi) supaya bisa diakses oleh sistem.

 

16. Lewati Dynamic Disk: Di langkah ini pilihan convert to dynamic disk dikosongkan saja (biarkan tetap jadi basic disk), lalu klik Next.


17. Inisialisasi Selesai: Klik Finish untuk menutup jendela wizard inisialisasi awal.

 

18. Bikin Partisi Baru: Klik kanan pada area bergaris-garis hitam (Unallocated space) di Disk 2, lalu pilih New Partition....


19. Masuk Wizard Partisi: Jendela wizard untuk membuat partisi baru terbuka, langsung klik Next.

 

20. Pilih Tipe Primary: Pilih opsi Primary partition sebagai tipe utamanya, lalu klik Next.

 

21. Atur Kapasitas Sizenya: Masukkan ukuran kapasitas yang mau dipakai (di sini kita pakai maksimalnya, yaitu 15672 MB), lalu klik Next.


22. Format ke NTFS: Pilih sistem file NTFS, beri nama labelnya New Volume, lalu klik Next agar disk diformat dan siap dipakai.


23. Partisi Selesai Dibuat: Muncul ringkasan setelan partisi yang sudah kita buat, tinggal klik Finish.


24. Buka Drive dan Bikin Folder: Masuk ke drive baru tersebut (H:) lewat My Computer, klik kanan di area kosong, lalu pilih New -> Folder.

 

25. Ganti Nama Folder: Terakhir, ubah nama folder baru tersebut menjadi nama Bintang.

 

26. Bikin Database Baru: Buka browser, masuk ke phpMyAdmin, lalu buat database baru dengan nama bintang.

 

27. Database Masih Kosong: Database bintang sudah berhasil terbuat, tapi di dalamnya masih kosong melompong karena belum ada tabelnya.

 

28. Masuk ke Menu Impor: Klik tab Impor (Import) di bagian atas phpMyAdmin untuk memasukkan data.


29. Pilih File SQL: Klik Choose File, lalu cari dan pilih file database bawaan aplikasimu yang bernama jasa.sql di dalam folder database.

 

30. Siap Diunggah: Pastikan nama file jasa.sql sudah beneran terpilih di sana.


31. Proses Impor Sukses: Klik kirim dan tunggu sampai muncul notifikasi hijau yang menandakan impor database berhasil dilakukan.


32. Tabel Berhasil Masuk: Sekarang database bintang sudah tidak kosong lagi, melainkan sudah terisi 3 tabel: biaya, transaksi, dan user.

 

33. Intip Tabel User: Buka tabel user untuk melihat data login admin bawaan (di sana terlihat username defaultnya masih udin).


34. Edit Data Si Udin: Klik tombol edit (Ubah) pada baris data Udin untuk mengganti akun tersebut.


35. Ubah Jadi Akun Kita: Ganti usernamenya menjadi bintang, lalu passwordnya diubah jadi admin123 dengan memilih fungsi enkripsi MD5 di kolomnya. Setelah itu klik Kirim.


36. Akun Sukses Diperbarui: Sekarang data di database sudah berubah menggunakan akun baru yang kita buat tadi.


37. Seting Koneksi di VS Code: Buka file koneksi.php pakai editor VS Code, lalu ubah baris databasenya menjadi $database = "bintang"; supaya webnya tersambung ke database baru kita.


38. Cek File Index: Buka juga file index.php di VS Code untuk mengubah bagian heading dengan nama kita


39. Uji Coba Halaman Login: Buka browser dan akses webnya di alamat http://localhost/jasa/. Halaman login admin dengan namamu sekarang sudah berhasil tampil.


40. Masuk Halaman Login: Coba login pakai akun bintang dan password admin123. Hasilnya sukses, kita langsung diarahkan ke halaman utama dashboard aplikasi.


41. Berhasil Masuk Dashboard: Berhasil login menggunakan akun baru (Bintang Maldini) dan masuk ke halaman utama Aplikasi Jasa Cuci.


42. Buka CMD untuk Pengamanan: Sekarang kita mau mengunci file. Buka Command Prompt (CMD) sebagai Administrator, lalu masuk ke folder webnya lewat perintah: cd C:\AppServ\www\jasa.


43. Kunci File via Perintah attrib: Ketik perintah attrib +r index.php lalu tekan Enter. Perintah ini gunanya untuk mengubah sifat file index.php menjadi Read-only (hanya bisa dibaca, tidak bisa diedit).

 

44. Tes Edit File yang Dikunci: Untuk membuktikannya, coba ubah kode di file index.php lewat VS Code lalu save. Jendela VS Code bakal memunculkan error Failed to save 'index.php': File is read-only. Berarti kuncian kita via CMD tadi berhasil!


45. Cek Atribut di File Properties: Kalau kita cek langsung klik kanan file index.php di File Explorer lalu pilih Properties, opsi Read-only di bagian bawahnya sekarang memang otomatis sudah tercentang.


 

 

Komentar